PERANAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERBAHAN DASAR LIMBAH SABUT KELAPA DAN SABUT PINANG DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAH GAMBUT

  • Intan Sari Universitas Islam Indragiri
  • Anis Tatik Maryani Universitas Jambi
  • Asmadi Sa'ad Universitas Jambi
  • Irianto Irianto Universitas Jambi
Keywords: Peatland, Coconut Coir, Areca nut, POC

Abstract

Peat soil is an alternative land for agricultural cultivation and food security areas in the future because fertile land is no longer available due to the conversion of agricultural land to non-agricultural land, while peatland is still widely available. However, for use as agricultural land, peat soil has many obstacles such as acid soil and low availability of macro and micronutrients, so nutrients must be added. Currently, farmers are faced with the problem of increasingly expensive and scarce fertilizers. On the one hand, around agricultural land, there is a lot of agricultural waste that is abundant and not utilized, so it becomes waste. Coconut coir and areca nut are agricultural wastes that are mostly wasted on peatlands. This study aims to determine the role of Palma waste POC in increasing the productivity of peat soil. The method used in this writing is a literature review, namely by collecting various kinds of literature related to the research topic, then conducting a literature review and reviewing the literature with relevant discussions. The results of the study revealed that POC of coconut coir and areca nut can be used as POC.

 

Tanah gambut merupakan lahan alternatif untuk budidaya pertanian dan kawasan ketahanan pangan di masa depan karena lahan subur sudah tidak tersedia lagi akibat konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian, sementara lahan gambut masih tersedia luas. Akan tetapi untuk pemanfaatan sebagai lahan pertanian, tanah gambut mempunyai banyak kendala seperti tanah masam dan rendahnya ketersediaan unsur hara makro dan mikro sehingga harus dilakukan penambahan hara. Saat ini, petani dihadapkan pada permasalahan pupuk yang semakin mahal dan langka, di satu sisi di sekitar lahan pertanian banyak limbah pertanian yang tersedia melimpah dan tidak termanfaatkan sehingga menjadi sampah. Sabut kelapa dan sabut pinang merupakan limbah pertanian yang banyak terbuang di lahan gambut. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peranan POC limbah Palma dalam meningkatkan Produktivitas tanah gambut. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah literatur review yaitu dengan mengumpulkan berbagai macam literatur yang berkaitan dengan topik penelitian, kemudian melakukan penelaahan literatur serta mereview literatur dengan pembahasan yang relevan. Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa POC sabut kelapa dan sabut pinang dapat dimanfaatkan sebagai POC.

References

[1] Ameeta, S. and C. Ronak. 2017. A review on the effect of organic and chemical fertilizer on plants. International Journal For Research in Applied Science and Engineering Technology, 5 (2) : 677-680.
[2] Dai, J. 1989. Potensi gambut Indonesia dalam tantangan, prospek dan pelestarian. tanah gambut untuk perluasan pertanian. Proseding Seminar Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara Hal : 352-359. Medan.
[3] Darwis, M. Judoamidjoo, L. Hartoto. 1992. Teknologi Fermentasi. Rajawali Press, Jakarta
[4] Dharma, P. A. W., Suwastika, A. A. N. G., & Utari, N. W. S. (2018). Kajian pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi larutan mikroorganisme lokal. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 7(2), 200–210.
[5] Dihni, V., A. 2022. Luas Lahan Gambut di Negara – Negara Asia Tenggara. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/02/17/luas-lahan-gambut-indonesia-terbesar-di-asia-tenggara Didownload pada tanggal 12 Maret 2023.
[6] Fitria, Y., B. Ibrahim, dan D. Desniar. 2008. Pembuatan pupuk oraganik cair dari limbah cair industri perikanan menggunakan asam asetat dan EM4. Akuatik, Jurnal Sumberdaya Perairan, 2 (1) : 23-26.
[7] Hakim, N., M. Y. Nyakpa., A. M. Lubis., M. Nugroho., G. Saul., M.A. Diha., M. Hong., G. B. Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Lampung. 488 hal.
[8] Hardjowigeno, S. 1996. Pengembangan Lahan Gambut Untuk Pertanian. Suatu Peluang dan Tantangan. Fakultas Pertanian IPB.Bogor. 173 hal.
[9] Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Akamedika Pressindo. Jakarta. 284 hal.
[10] Havlin J. L., J. D. Beaton., S. L. Tisdale dan W. L. Nelson. 1999. Soil Fertility and Fertilizers. An Introduction to Nutrient Management. Prentice Hall. New Jersey. 499 hal.
[11] Ikhsan, Z. I. Sari. Suryadi. D. Suhendra. 2020. Respon kombinasi pupuk KCl dan pupuk organik cair (POC) sabut kelapa terhadap pertumbuhan Jagung manis (Zea mays saccaharata sturt) di tanah gambut. Jurnal Agroplasma, (7) 1 :
[12] Ilmi. 2021. Pemanfaatan Sabut buah pinang dan ampas tahu sebagai pupuk organik cair. Skripsi. Universitas Andalas.
[13] Kurniawan, A. 2018. Produksi Mol (mikroorganisme Lokal) dengan pemanfaatan bahan- bahan organik yang ada di sekitar. Jurnal Hexagro, 2 (2).36-44.
[14] Lutony, T. L. 1992. Pinang Sirih. Komoditi Ekspor dan Serbaguna. Kanisius. Yokyakarta.
[15] Mostafazadeh-Fard, S., Z. Samani, and P. Bandini. 2019. Production of liquid organik fertilizier through anaerobic digestation of grasses clippings. Waste and Biomass Volarization, 10 : 771-781.
[16] Muslim, A., Devrina, E., & Fahmi, H. 2015. Adsorptionof Cu (ii) from the aqueous solution by chemical activated adsorbent of areca catechu shell. Journalof Engineering Science and Techhnology, 10(12), 1654–1666
[17] Najiyati, S., L. Muslihat dan I. I. N Suryadiputra. 2005. Panduan Pengelolaan Lahan Gambut untuk Pertanian Berkelanjutan. Proyek Climate Change, Forest and Peatlands in Indonesia. Wetland International. Indonesia Programmeand Wildlife Habitat Canada. Bogor. Indonesia. 9 hal.
[18] Naveenkumar, K. J., dan B. Thippeswamy. 2013. Isolation and screening of potential cellulolytic fungi from Areca nut husk waste. Research Article. 8: E 125-132.
[19] Noor, M. 2001. Pertanian Lahan Gambut. Potensi dan Kendala. Kanisius. Yokyakrta. 174 hal.
[20] Noor, M. 2001. Pertanian Lahan Gambut. Potensi dan Kendala. Kanisius. Yokyakrta. 174 hal.
[21] Prasetyo, D. dan R. Evizal. 2021. Pembuatan dan upaya peningkatan kualitas pupuk organik cair. Jurnal Agrotropika, 20 (2) : 68-80.
[22] Prasetyo, T. B. 1996. Perilaku Asam-Asam Organik Meracun Pada Tanah Gambut yang Diberi Garam Na dan Beberapa Unsur Mikro dalam Kaitannya Dengan Hasil Padi. Disertasi. Progrm Pasca Sarjana IPB. Bogor. 187 hal
[23] Purwasamita, M. 2009. Mikroorganisme Lokal Sebagai Pemicu Siklus Kehidupan Dalam Bioreaktor Tanaman. Pusat Bioteknologi Penelitian Institut Teknologi Bandung.
[24] Rainiyati, A. Ridwan, Zulkarnain, Eliyanti, dan Heraningsih, S., F. 2019. Pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi beberapa jenis pupuk cair mol K(mikro organisme lokal) di Desa Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muara Jambi. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 4 (4) : 555-562.
[25] Rosalina, F. dan I. Febriadi. 2019. Pemanfaatan limbah kulit buah pinang dan batang sagu dalam pembuatan pupuk organik cair. Median, 11 (3) : 13-18.
[26] Rosmarkam, A dan N. W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yokyakarta. 224 hal.
[27] Salisbury, F. B dan C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Respon Keracunan dan Toleransi Tanaman Terhadap Logam. Penerjemah; Diah R. Lukman dan Sumaryono. Terjemahan dari: Plant Physiology. Institut Teknologi Bandung Press. 342 hal.
[28] Satiawiharja. 1992. Teknologi pemanfaatan limbah untuk pakan : Fermentasi. https://satiawihardjajajo66.files.wordpress.com/2008/03/6fermentasi.pdf. Didownload pada tanggal 15 April 2023.

[29] Setiadi, B. 1996. Gambut: Tantangan dan Peluang. Editor. Himpunan Gambut Indonesia (HGI) Departemen Pekerjaan Umum. 120 hal.
[30] Sidiq, A. B. Tripama., I. Wijaya. 2019. Efikasi mikroorganisme lokal (mol) sabut kelapa (Cocos nucifera L.) Terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Agritop (17) 2 : 157-170.
[31] Sihotang, R. H., D. Zulfita, dan A. M. Surojul. 2013. Pengaruh pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada Aluvial. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian, 2 (1) : 1-10.
[32] Sudinus, L., Santoso, E., & Basuni. (2021). Respon Tanaman Lobak Terhadap Kombinasi Pupuk Npk Dan Pupuk Organik Cair Sabut Kelapa Pada Tanah Gambut. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian, 10(1), 1–9.
[33] Sundari, Elmi.; Ellyta Sari.; Riko Rinaldo.: 2012. Pembuatan pupuk organik cair menggunakan bioaktivator biosca dan EM-4, Prosiding SNTK TOPI UBH. Padang.
[34] Suprihartin. 2010. Teknologi Fermentasi. Unesa Press. Jakarta
[35] Wuryaningsih, S., S. Andyantoro, & A. Abdurachman 2004. Media tumbuh, kultivar & daya hantar listrik pupuk untuk bunga Anthurium potong. J.Hort 14(Ed. Khusus):359-367.
Published
2023-12-13
How to Cite
Sari, I., Maryani, A., Sa’ad, A., & Irianto, I. (2023, December 13). PERANAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERBAHAN DASAR LIMBAH SABUT KELAPA DAN SABUT PINANG DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAH GAMBUT. Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, 9(3), 253-260. https://doi.org/https://doi.org/10.47521/selodangmayang.v9i3.354